Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_quickview_cart/mod_virtuemart_s5_quickview_cart.php on line 141

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_quickview_cart/mod_virtuemart_s5_quickview_cart.php on line 144

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_quickview_cart/mod_virtuemart_s5_quickview_cart.php on line 34
Your Cart is currently empty.

Keranjang Belanja


Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_column_cart/mod_virtuemart_s5_column_cart.php on line 66

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_column_cart/mod_virtuemart_s5_column_cart.php on line 69
Your Cart is currently empty.

Katalog Produk


Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_s5_vm_accordion/mod_s5_vm_accordion.php on line 438

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_s5_vm_accordion/mod_s5_vm_accordion.php on line 83

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_s5_vm_accordion/mod_s5_vm_accordion.php on line 93

Login Menu



Hubungi Kami

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday114
mod_vvisit_counterYesterday167
mod_vvisit_counterThis week114
mod_vvisit_counterLast week1031
mod_vvisit_counterThis month3148
mod_vvisit_counterLast month5863
mod_vvisit_counterAll days91746

We have: 2 guests online
Your IP: 38.107.179.233
 , 
Today: May 20, 2012

Gula Darah Aman, Diabetesi Nyaman

PDF Print E-mail

 

 

KOMPAS.com — Begitu seseorang dinyatakan menderita diabetes, seharusnya terjadi titik balik dalam hidupnya. Jika sudah terkena, diabetes harus dikelola dengan baik untuk mencegah komplikasi.

 

Siapa yang tidak kenal penyakit diabetes melitus (DM) atau masyarakat awam menyebutnya kencing manis. Diabetes ditandai dengan kenaikan kadar glukosa (gula) darah tak normal akibat kombinasi faktor keturunan dan gaya hidup (kegemukan, kurang olahraga, kelebihan makanan, dan pengaruh hormon).

 

Gejala diabetes antara lain banyak minum, banyak makan, banyak kencing, berat badan turun, lemas, gatal, mata kabur, kesemutan, dan luka sulit sembuh.

 

Walau diabetesi tidak merasakan adanya keluhan, kadar gula darah, tekanan darah, kadar lemak darah, dan berat badan harus dipantau dan dikendalikan. Bila keempat hal tersebut tidak terkendali, komplikasi, seperti kebutaan, stroke, gangguan jantung, gagal ginjal, gangren (luka sulit sembuh), dan disfungsi ereksi pada pria, bakal menimpa.

 

Pada umumnya, tingkat gula darah bertahan pada 70-150 mg/dl. Tingkat ini meningkat setelah makan. Konsensus terbaru dari American Diabetes Association merekomendasikan kontrol gula darah sesudah makan tidak lebih dari 180 mg/dl. Rekomendasi International Diabetes Federation bahkan lebih ketat lagi, yakni tidak lebih dari 140 mg/dl pada 2 jam sesudah makan.

 


 

Panduan tersebut dimaksudkan mencegah kerusakan jaringan akibat diabetes. Terlebih, diabetes merupakan penyakit yang komplikasinya memakan waktu panjang.

 

"Komplikasi diabetes bisa terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar," ujar Prof Dr dr Sidartawan Seogondo, SpPD, Ketua Divisi Metabolik dan Endokrin FKUI. "Diabetes juga ekuivalen dengan penyakit jantung," tambahnya.

 

Komplikasi yang terjadi tidak bisa disembuhkan, hanya diperlambat dan itu berarti biaya besar karena biaya cuci darah atau obat jantung. Sidartawan juga menambahkan, sebanyak 30 persen penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10 persen menjalani amputasi tungkai kaki akibat gangren.

 

Kontrol gula darah

 

Salah satu tujuan terapi DM adalah mencapai gula darah yang terkendali. Jika gula darah terkendali baik, diharapkan komplikasi kronik dapat dikurangi. Uji klinik prospektif dari United Kingdom Prospective Diabetes Study dan Diabetes Control and Complication Trial telah membuktikan bahwa perbaikan kontrol glikemik menyebabkan berkurangnya angka retinopati, nefr opati, dan neuropati (komplikasi yang mengenai mata, ginjal, dan saraf).

 

Studi epidemiologis juga menunjukkan kontrol gula darah yang intensif dapat mengurangi insiden munculnya penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke.

 

Pemeriksaan gula darah bisa dilakukan secara mandiri di rumah dengan uji sampel darah pada alat monitor gula darah. Manfaat dari pemantauan gula darah secara teratur adalah mendidik pasien agar mampu mengatur sendiri pola makan. Misalnya saja, jika ia mengetahui sepotong kue akan meningkatkan kadar gula darahnya, tentu lain kali ia akan menghindari atau mengurangi makanan tersebut.

 

Saat ini di pasaran banyak tersedia alat monitor gula darah yang dapat dengan mudah digunakan. Menurut dokter Samsuridjal Djauzi, hasil pemeriksaan sebaiknya secara berkala dibandingkan dengan hasil gula darah yang diperiksa di laboratorium.

 

Selain pengendalian gula darah, sebaiknya dikontrol juga berat badan, tekanan darah, dan kolesterol. "Yang tak kalah penting adalah kebiasaan merokok. Bila kebiasaan ini tidak dihilangkan, risiko komplikasinya tetap tinggi," ucap Sidartawan.

 

 

diambil dari www.kompas.com

 

Add comment


Security code
Refresh