Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_quickview_cart/mod_virtuemart_s5_quickview_cart.php on line 141

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_quickview_cart/mod_virtuemart_s5_quickview_cart.php on line 144

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_quickview_cart/mod_virtuemart_s5_quickview_cart.php on line 34
Your Cart is currently empty.

Keranjang Belanja


Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_column_cart/mod_virtuemart_s5_column_cart.php on line 66

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_virtuemart_s5_column_cart/mod_virtuemart_s5_column_cart.php on line 69
Your Cart is currently empty.

Katalog Produk


Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_s5_vm_accordion/mod_s5_vm_accordion.php on line 438

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_s5_vm_accordion/mod_s5_vm_accordion.php on line 83

Deprecated: Function ereg() is deprecated in /home/tokodiab/public_html/modules/mod_s5_vm_accordion/mod_s5_vm_accordion.php on line 93

Login Menu



Hubungi Kami

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday114
mod_vvisit_counterYesterday167
mod_vvisit_counterThis week114
mod_vvisit_counterLast week1031
mod_vvisit_counterThis month3148
mod_vvisit_counterLast month5863
mod_vvisit_counterAll days91746

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.230
 , 
Today: May 20, 2012

Satu dari 10 Remaja Cina Idap Diabetes

PDF Print E-mail

 

 

Satu dari 10 remaja Cina telah terserang penyakit dan 16% lainnya diambang terkena wabah ini. Penemuan ini hampir mirip dengan data pengidap diabetes di Amerika Serikat sebesar 11%, serta di wilayah barat lain seperti Jerman dan Kanada.

 

Hasil survei yang dipublikasikan The New England Journal of Medicine menemukan fakta tingginya penderita diabetes di wilayah itu, dibandingkan studi sebelumnya. Dengan 92 juta pengidap diabetes, Cina menjadi tuan rumah dalam kasus ini sedunia, mengalahkan India.

 

“Perubahan ini berjalan begitu cepat sejalan pertumbuhan ekonomi dan efek kesehatan di negara ini,” ungkap David Whiting, ahli epidemiologis dari International Diabetes Federation.

 

“Tingkat ini naik lebih cepat daripada yang kita lihat di Eropa dan Amerika Serikat,” tambah Whiting.

 

Penyakit lain yang berhubungan dengan tekanan darah serta kesehatan hati, juga ikut meningkat dengan cepat di negara berkembang seperti Cina, di mana masyarakat mengalami perubahan lingkungan dan gaya hidup dari pertanian menuju perkotaan.

 


 

Kesejahteraan yang meningkat juga mengubah pola makan menjadi konsumsi dengan tingkat garam yang tinggi, daging berlemak serta mkanan ringan bergula – salah satu penyebab obesitas, dan faktor utama dari diabetes tipe 2, yang diderita 90%-95% dari keseluruhan remaja penderita diabetes ini.

 

“Saat anda mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan mengkombinasikan dengan makanan lain tanpa olahraga cukup, akibatnya adalah meningkatnya jumlah penderita diabetes,” kata Huang Jun, profesor kardiovascular Rumah Sakit Jiangsu di Nanjing.

 

“Duapuluh tahun lalu, orang-orang dapat tidur siang selama seminggu kerja. Sedangkan sekarang anda menghadapi stres karena lebih banyak membutuhkan uang untuk mendukung keluarga dan membeli rumah," ujar Jun.

 

Sebelumnya studi nasional hanya mengandalkan pada satu tes toleransi gula darah. Sementara ini, survei dari hampir 50.000 orang, telah terungkap lebih banyak lagi kasus dengan memeriksa tingkat gula darah dua jam kemudian. Ini adalah pendekatan yang direkomendasikan oleh World Health Organization.

 

"Ternyata lebih dari separuh penderita diabetes tidak tahu mereka mengidapnya," ungkap penelitian ini.

 

Penelitian ini memang memiliki beberapa keterbatasan, di antaranya pengambilan sampel lebih banyak perempuan dan penduduk kota - 152 kota dan 112 kabupaten- dibandingkan dengan desa-desa. Departemen Kesehatan Cina telah diberitahu dan mereka tengah menyusun rencana mempromosikan strategi pencegahan nasional.

 

Diabetes terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur gula darah. Ini adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung, yang tetap merupakan pembunuh terbesar di dunia.

 

"Saya tidak berpikir itu terjadi di Cina, tapi itu jelas kekhawatiran yang berharga tinggi," kata Colin Bell, ahli penyakit kronis di kantor regional WHO di Manila. "Ini menekankan perlunya program pencegahan dan pengobatan yang kuat," tambahnya.

 

Asia Pasifik merupakan wilayah paling padat penduduknya, yang sedang disorot dalam studi lain tahun lalu karena diperkirakan pada 2025 akan menjadi rumah bagi lebih 60% dari 380 juta kasus diabetes secara global.

 

Cina dan India telah memiliki jumlah kasus diabetes tertinggi di seluruh dunia, dengan tingkat per kapita lebih tinggi di beberapa negara lainnya. Data ini berasal dari Federasi Diabetes Internasional.

 

Studi Cina dengan sampel masyarakat dari Juni 2007 hingga Mei 2008 di 14 kota provinsi itu menunjukkan bahwa laki-laki sedikit lebih terpengaruh dan ada lebih banyak kasus diabetes di berbagai kota daripada di pedesaan.

 

Satu dari 11 penduduk di kota adalah penderita diabetes, dibandingkan dengan satu dari delapan penduduk di daerah pedesaan. Namun jumlah orang di ambang diabetes lebih tinggi di daerah pedesaan.

 

WHO memperkirakan bahwa diabetes, penyakit jantung, dan stroke akan merugikan China sebesar US$558 miliar antara 2006-2015. [mor]

 

 

diambil dari www.inilah.com

 

Add comment


Security code
Refresh