





![]() | Today | 115 |
![]() | Yesterday | 167 |
![]() | This week | 115 |
![]() | Last week | 1031 |
![]() | This month | 3149 |
![]() | Last month | 5863 |
![]() | All days | 91747 |
Pengaruh Minuman Manis Terhadap Diabetes |
|
|
|
|
Gula pemanis soda, minuman olahraga dan minuman buah (tidak 100 persen jus buah) mengandung kalori yang setara dengan 120-200 kalori per minum, dan dengan demikian memainkan peran penting dalam peningkatan obesitas masyarakat, kata para peneliti. Penelitian sebelumnya telah meneliti tentang pengaruh mengkonsumsi minuman manis sehari-hari dengan meningkatnya risiko diabetes, selain resiko terhadap berat badan yang berlebihan. ??"Model penyakit jantung koroner tersebut memungkinkan kami untuk memasukkan data dari studi-studi lain yang menunjukkan hubungan antara konsumsi minuman manis sehari-hari dengan resiko diabetes, kemudian kami dapat menerjemahkan informasi ini ke dalam perkiraan tentang penyakit diabetes dan kardiovaskular saat ini yang dapat dikaitkan dengan meningkatnya konsumsi minuman, "kata Litsa Lambrakos, MD, ketua studi penelitian di University of California-San Francisco.??Calon model simulasi mengacu pada data dari studi epidemiologi utama, termasuk Framingham Heart Study, The Nurses Health Study dan National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES).
Melalui model tersebut, para peneliti memperkirakan penyakit tambahan yang disebabkan oleh minuman, telah meningkatkan biaya perawatanpenyakit jantung koroner, yaitu biaya kesehatan sebesar antara 300-550 juta dolar AS pada tahun 2000-2010. Angka ini cenderung dibawah biaya yang sebenarnya karena tidak memperhitungkan meningkatnya biaya yang berkaitan dengan pengobatan dan perawatan pasien yang hanya mengidap diabetes saja. Selama dekade terakhir, setidaknya angka kematian meningkat 6000 kematian akibat sebab apapun dan 21.000 orang yang kehilangan tahun-tahun hidupnya, dapat dihubungkan dengan meningkatnya konsumsi minuman manis.??Pakar kebijakan kesehatan menyarankan membatasi konsumsi minuman bergula melalui penambahan pajak 1 sen per ounce minuman, yang diharapkan akan dapat mengurangi konsumsi sebesar 10 persen. ??"Jika pajak seperti dapat mengekang konsumsi minuman-minuman ini, manfaat bagi kesehatan dapat meningkat dramatis," kata Kirsten Bibbins-Domingo, MD, Ph.D., penulis senior penelitian dan profesor kedokteran di University of California, San Francisco. ??Para penulis akhir-akhir ini sedang meneliti dampak dengan berbagai pendekatan untuk mengurangi konsumsi minuman manis. "Kami ingin membuat masyarakat umum lebih sadar akan kerugian bagi kesehatan akibat dari mengkonsumsi minuman-minuman ini dari waktu ke waktu," kata Lambrakos. "Kami ingin membantu mendukung pencegahan penyakit dan mengekang konsumsi minuman-minuman yang mengarah pada memburuknya kesehatan dan meningkatnya biaya kesehatan bagi rata-rata orang Amerika."??"Asosiasi Jantung American merekomendasikan pola diet yang kaya buah-buahan, sayuran, rendah lemak atau produk susu bebas lemak, tinggi serat biji-bijian, daging tanpa lemak, unggas dan ikan," kata Robert H. Eckel, MD, mantan presiden Asosiasi Jantung American, dan profesor kedokteran di Kampus Kedokteran Anschutz dari Universitas Colorado Denver. "Selalu mempertimbangkan diet secara keseluruhan dalam konteks keseimbangan energi serta pastikan makanan dan minuman yang kandungan gulanya tinggi tidak menggantikan makanan yang bernutrisi penting." ??Asosiasi Jantung America merekomendasikan batas atas adalah setengah dari kalori tunjangan dari penambahan gula, dimana bagi kebanyakan wanita Amerika tidak lebih dari 100 kalori per hari dan bagi kebanyakan pria Amerika tidak lebih dari 150 kalori per hari dari gula yang ditambahkan. Minuman manis harus dibatasi sampai 450 kalori atau kurang per minggunya (36oz), berdasarkan pada diet 2000 kalori per hari. (Erabaru/ran)
diambil dari Erabaru.net
|