|
Menurut International Diabetes Foundation(IDF), American Diabetes Association (ADA), dan Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), apabila glukosa darah pada saat puasa di atas 126 mg/dl dan di atas 200 mg/dl pada 2 jam sesudah makan, diagnosis diabetes bisa dipastikan. Kadar glukosa dalam darah untuk orang yang normal adalah 70 - 110 mg/dl (puasa semalam), pada 2 jam sesudah makan bisa mencapai 140 mg/dl, menjelang tidur biasanya di bawah 120 mg/dl. HbA1c normal adalah kurang dari 6%.
Untuk mengetahui seseorang terkena diabetes, dapat dilakukan pemeriksaan rutin glukosa darah selama puasa dan pada 2 jam sesudah makan. Bisa juga dilakukan pemeriksaan glukosa urine meskipun hasilnya tidak terlalu akurat untuk mencerminkan gula darah. Bila hasil tes meragukan, bisa juga dilakukan tes toleransi darah. Tes ini lebih teliti karena dilakukan setelah 10 jam puasa, pagi harinya datang ke laboratorium untuk memeriksakan glukosa darah, lalu minum glukosa 75 gram, 2 jam kemudian diperiksa lagi glukosa darahnya. Untuk mengontrol glukosa darah, bisa dilakukan pemeriksaan HbA1c secara rutin setiap 2 - 3 bulan sekali.
Gejala - gejala diabetes ini tidak khas. Biasanya sering kencing, haus, berat badan makin turun, rasa semutan, atau luka yang sulit sembuh. Keluhan lain berasal dari berbagai komplikasi yang terjadi, misalnya pada mata, jantung, saraf, atau ginjal. Namun apabila ditemukan riwayat keluarga yang mengidap diabetes dan apabila sebelumnya badan gemuk sekali kemudian cepat menjadi kurus, patut dicurigai adanya diabetes.
Salah satu faktor penyebab orang terkena diabetes adalah keturunan. Tetapi tidak semua diabetes diturunkan kepada generasi berikutnya. Namun, jika seseorang terkena diabetes, dalam keluarganya punya "bakat" terkena diabetes juga. Diabetes tipe 2 lebih banyak dikaitkan dengan faktor keturunan daripada diabetes tipe 1. Di luar faktor keturunan ini, masih ada penyebab lain, diantaranya adalah resistensi insulin dan infeksi virus.
|