





![]() | Today | 119 |
![]() | Yesterday | 167 |
![]() | This week | 119 |
![]() | Last week | 1031 |
![]() | This month | 3153 |
![]() | Last month | 5863 |
![]() | All days | 91751 |
Siapa Saja Yang Berpotensi Terkena Diabetes |
|
|
|
|
Menurut International Diabetes Foundation(IDF), American Diabetes Association (ADA), dan Persatuan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), apabila glukosa darah pada saat puasa di atas 126 mg/dl dan di atas 200 mg/dl pada 2 jam sesudah makan, diagnosis diabetes bisa dipastikan. Kadar glukosa dalam darah untuk orang yang normal adalah 70 - 110 mg/dl (puasa semalam), pada 2 jam sesudah makan bisa mencapai 140 mg/dl, menjelang tidur biasanya di bawah 120 mg/dl. HbA1c normal adalah kurang dari 6%.
Untuk mengetahui seseorang terkena diabetes, dapat dilakukan pemeriksaan rutin glukosa darah selama puasa dan pada 2 jam sesudah makan. Bisa juga dilakukan pemeriksaan glukosa urine meskipun hasilnya tidak terlalu akurat untuk mencerminkan gula darah. Bila hasil tes meragukan, bisa juga dilakukan tes toleransi darah. Tes ini lebih teliti karena dilakukan setelah 10 jam puasa, pagi harinya datang ke laboratorium untuk memeriksakan glukosa darah, lalu minum glukosa 75 gram, 2 jam kemudian diperiksa lagi glukosa darahnya. Untuk mengontrol glukosa darah, bisa dilakukan pemeriksaan HbA1c secara rutin setiap 2 - 3 bulan sekali.
Gejala - gejala diabetes ini tidak khas. Biasanya sering kencing, haus, berat badan makin turun, rasa semutan, atau luka yang sulit sembuh. Keluhan lain berasal dari berbagai komplikasi yang terjadi, misalnya pada mata, jantung, saraf, atau ginjal. Namun apabila ditemukan riwayat keluarga yang mengidap diabetes dan apabila sebelumnya badan gemuk sekali kemudian cepat menjadi kurus, patut dicurigai adanya diabetes.
Salah satu faktor penyebab orang terkena diabetes adalah keturunan. Tetapi tidak semua diabetes diturunkan kepada generasi berikutnya. Namun, jika seseorang terkena diabetes, dalam keluarganya punya "bakat" terkena diabetes juga. Diabetes tipe 2 lebih banyak dikaitkan dengan faktor keturunan daripada diabetes tipe 1. Di luar faktor keturunan ini, masih ada penyebab lain, diantaranya adalah resistensi insulin dan infeksi virus.
Sekitar 50% pasien diabetes tipe 2 mempunyai orang tua yang juga terkena diabetes dan lebih dari 1/3 pasien diabetes mempunyai saudara yang juga terkena diabetes. Sedangkan pada penderita diabetes tipe 1 hanya 3 - 5% saja. Namun, jika pasien mempunyai saudara kembar, kemungkinan saudaranya terkena diabetes tipe 1 adalah 35 - 40% dan diabetes tipe 2 adalah 90%. Jika salah satu orang tua terkena diabetes, kemungkinan anda akan terkena diabetes adalah sekitar 40%. Jika kedua orang tua anda terkena diabetes, maka kemungkinannya berubah menjadi lebih dari 50%.
Ada beberapa faktor resiko yang mempermudah seseorang terkena diabetes, yaitu : 1. Keturunan 2. Ras 3. Obesitas / Kegemukan 4. Metabolic Sindrome (tekanan darah tinggi lebih dari 160 / 90 mmHg, trigliserida darah lebih dari 150 mg/dl, kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl, obesitas sentral dengan BMI lebih dari 30, lingkar pinggang lebih dari 102 cm pada pria dan 88 cm pada wanita, atau sudah terdapat mikroalbuminuria) 5. Kurang gerak badan 6. Penyakit lain, seperti hipertensi, pirai, stroke, dll 7. Usia 8. Riwayat diabetes pada kehamilan 9. Pemakaiai obat - obatan 10. Infeksi 11. Stres
Pada orang gemuk, makin banyak jaringan lemak, jaringan tubuh dan otot akan makin resisten terhadap kinerja insulin, terutama bila lemak terkumpul pada darah sentral atau perut. Lemak ini akan memblokir kerja insulin sehingga glukosa tidak dapat diangkut ke dalam sel dan menumpuk di dalam peredaran darah.
Indonesia termasuk salah satu ras yang mudah terkena diabetes. Pada tahun 1995, Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai negara dengan jumlah pendeita diabetes terbanyak di dunia dengan jumlah penderita sebanyak kurang lebih 4,5 juta. Pada tahun 2025, diperkirakan Indonesia akan menempatiperingkat kelima dengan jumlah penderita sebanyak kurang lebih 12,4 juta. |